Program

YILB percaya bahwa usaha untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik tidak dapat dilakukan sendirian. Dengan bermitra dengan korporasi, komunitas dan organisasi penggerak masyarakat, YILB mengambil peran untuk memperkuat berbagai kegiatan yang sudah ada agar menjadi lebih besar, berdampak lebih kuat dan menjangkau lebih banyak orang.

Mendukung berbagai program terbaik dengan bersinergi dengan mitra-mitra kami lainnya, serta merencanakan dan melaksanakan program komunitas bagi korporasi.

MITRA KOMUNITAS

Berbagai komunitas dan organisasi penggerak masyarakat telah banyak berkontribusi secara langsung ke masyarakat melalui program-program yang berkualitas dan tepat guna. Melalui kemitraan dengan YILB diharapkan dapat memperkuat program-program tersebut dengan dampak yang lebih besar.

MITRA BINAAN

Tergerak oleh visi yang dibawa oleh penggagas TKQ Nurul Qolbi (atau yang juga biasa disebut sebagai Sekolah DayaLima) dan Project Jernih, YILB terdorong untuk bermitra secara penuh dan ikut terjun langsung dalam kegiatan dan program kedua organisasi tersebut. Kemitraan kami menjelma menjadi sistem inkubasi agar program yang dilakukan tidak hanya dapat berkembang secara internal, namun juga dapat menginspirasi pihak lain.

MITRA KORPORASI DAN YAYASAN

YILB juga melakukan kemitraan dengan korporasi yang berkeinginan untuk berkontribusi secara sosial terhadap Indonesia. Dengan mengembangkan program-program yang tepat sasaran bersama para mitra korporasi, YILB menjadi perancang, pelaku, dan penggerak kegiatan yang mampu mendorong masyarakat Indonesia melakukan perubahan di lingkungan mereka.

Kegiatan Sosial Keluarga DayaLima

Sebagai perpanjangan tangan Keluarga DayaLima, YILB juga merangkul seluruh anggota Keluarga dan mengajak mereka untuk ikut berkontribusi dalam usaha-usaha yang menuju Indonesia yang lebih baik. Kegiatan dengan mitra komunitas pun kerap dilakukan bersama Keluarga (besar) DayaLima, seperti melakukan Sosialisasi Project Jernih di kegiatan Car Free Day di Bundaran HI, memperkenalkan profesi sekaligus menjadi pengajar sehari dalam Kelas Berbagi di Sekolah DayaLima, dan turut serta membangun rumah donasi bersama Habitat for Humanity.

Merekonstruksi Indonesia

Bekerjasama dengan School of Government and Public Policy (SGPP), YILB meluncurkan buku Merekonstruksi Indonesia, yang ditulis oleh empat ahli tata pemerintahan yakni Prof. Neo Boon Siong dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Guru Besar FISIP-UI Prof. Azhar Kasim, pakar bidang Administrasi sekaligus Guru Besar UI Prof. Dr. Martani Huseini, dan Co-Founder Daya Dimensi Indonesia DR. Rozan Anwar.

Buku ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para pelaku dan pemerhati dalam melakukan perbaikan, reformasi, dan inovasi di lingkungan masing-masing. Konsep Dynamic Governance yang dituliskan Prof. Neo Boon Siong diulas dalam bentuk pemberian contoh praktik perubahan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada suatu masa, serta contoh praktik perubahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

Merekonstruksi Indonesia diluncurkan dalam upaya mendorong usaha menuju Indonesia yang lebih baik melalui pembenahan lewat sistem pemerintahan.